Jumat, 22 Februari 2013

Misteri Tenggelamnya Kapal RMS Titanic




Pada 10 April 1912 RMS Titanic bertolak dari Southampton, Inggris menuju New York, namun pada pelayaran hari keempat kapal yang dibanggakan tak akan bisa tenggelam itu menabrak gunung es dan tenggelam sebelum kapal penyelamat tiba. Sekitar 1.500 penumpang tenggelam bersama kapal megah itu.

Louise Patten, seorang penulis dan cucu dari Charles Lightoller, pejabat nomor dua terpenting di kapal Titanic saat itu, yang mengungkap kejadian sebenarnya. Ia mengatakan kebenaran tentang apa yang terjadi hampir 100 tahun yang lalu telah disembunyikan karena takut menodai reputasi kakeknya, yang juga seorang pahlawan perang.

Lightoller, adalah perwira paling senior yang selamat dari kejadian itu. Namun
ia menutupi kesalahan saat penyelidikan tenggelamnya kapal. Karena ia khawatir jika kecelakaan disebabkan kesalahan manusia, maka sang pemilik kapal akan bangkrut dan rekan-rekannya pun keluar dari pekerjaan.

"Padahal mereka dengan mudah bisa menghindari gunung es jika bukan karena perintah yang blunder," kata Patten seperti dikutip Daily Telegraph. Tenggelamnya kapal Titanic yang relatif cepat itu terjadi karena pimpinan mereka memaksa kapten untuk terus berlayar usai menabrak gunung es. "Bukannya kemudi diarahkan ke sebelah kiri gunung es, pemegang kemudi, Robert Hitchins, panik dan belok ke arah yang salah."

Patten menulis perubahan dari kapal layar tradisional menjadi kapal uap berarti ada dua sistem kemudi yang berbeda. Sistem yang satu berarti memutar roda ke satu arah dan sistem lainnya memutar ke arah yang berlawanan.

Setelah mereka sadar telah keliru, Patten menambahkan, mereka hanya memiliki empat menit untuk mengubah arah dan waktu. Perwira Pertama William Murdoch menyadari sang juru mudi salah, kemudian mencoba memperbaiki itu namun terlambat.

Kakek Patten pun ikut dalam rapat terakhir perwira kapal Titanic sebelum kapal itu tenggelam. Di sanalah jelas semua kesalahan fatal yang telah terjadi. Namun yang memperparah kondsii adalah, J. Bruce Ismay, pemilik White Star Line membujuk kapten untuk terus berlayar.

Keputusan inilah yang membuat kapal tenggelam berjam-jam lebih cepat daripada seharusnya. "Padahal kalau Titanic diam saja, ia akan bertahan paling tidak sampai kapal penyelamat datang dan tidak ada yang perlu mati," ungkap Patten. Selama ini diketahui penyebab tenggelamnya kapal mewah itu akibat menabrak gunung es yang merobek lambung kapal yang membuat kapal rusak parah.

Ada pendapat lain yang  mengatakan selain faktor human error, ada faktor lain yang menjadi penyebabnya, yaitu buruknya material baut yang menjadi pengencang logam - logam pada tubuh Titanic. Dengan sebuah alat, baut tersebut dipres dengan tekanan yang sama dengan tekanan yang diterima oleh Titanic saat menabrak gunung es, hasilnya baut tersebut bengkok. Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata material baut yang terpasang pada bagian bawah kapal terbuat dari logam kualitas buruk, sehingga daya tahannya lebih rendah daripada baut - baut yang terpasang pada bagian lain. Setelah diselidiki lagi, penyebab digunakannya baut dengan logam kualitas buruk itu karena keterbatasan waktu. Karena deadline yang semakin dekat,sedangkan kapal sendiri masih dalam tahap pembuatan, maka dipilihlah baut kualitas no.2 yang notabene lebih banyak tersedia dan lebih mudah didapat. 
Ketika kapal Titanic menabrak gunung es, baut - baut yang terpasang pada bagian bawah kapal langsung terlepas karena menerima tekanan yang begitu besar, sehingga menimbulkan lubang besar. Titanic sendiri dirancang dengan sistem sekat, dimana jika terjadi kebocoran disalah satu sekat, maka sekat yang lain dapat ditutup untuk mencegah air semakin menggenang di bagian lain, namun karena besarnya lubang dan volume air yang masuk, Titanic tidak dapat bertahan dan akhirnya tenggelam.

0 komentar:

Posting Komentar